Bangsa ngapak atau yang biasa disebut juga dengan sebutan ngapakers sebetulnya bukan merupakan sebutan resmi untuk suatu suku bangsa di Indonesia. Pasalnya bangsa ngapak merujuk pada orang-orang yang menggunakan bahasa jawa ngapak. Umumnya pengguna bahasa jawa ngapak berada di bekas wilayah keresidenan Banyumas yang antara lain Banyumas itu sendiri, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap dan Kebumen.

Wilayah bekas keresidenan Banyumas sendiri dekat sekali dengan Gunung Selamet, sehingga wilayah tersebut termasuk ke dalam dataran tinggi. Oleh sebab itulah banyak sekali tempat wisata dan rekreasi alam yang indah dan tentu saja memanjakan mata semua yang mengunjunginya. Tetapi ternyata bukan hanya tempat wisata alam yang dapat dinikmati, pasalnya arena hiburan berupa water park juga ada. Bahkan popularitas dari water park yang dimaksud sudah sampai ke telinga orang-orang luar daerah.

Water Park Yang Dikenal Sebagai The Jungle Versi Jawa Tengah

Ayo Kenalan Dengan Owabong, Water Park Kebanggaan Bangsa Ngapak

Arena hiburan keluarga berupa water park yang dimaksud bernama Owabong yang berlokasi persis di kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Nama Owabong sendiri ternyata merupakan sebuah akronim alias kependekan dari Objek Wisata Bojong, dimana Bojong merupakan nama kecamatan tempat arena hiburan yang satu ini berada.

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa ketenaran alias popularitas dari arena hiburan keluarga ini sudah sampai luar daerah. Terbukti dengan pengunjungnya yang berasal dari luar wilayah bekas keresidenan Banyumas bahkan hingga dari luar provinsi. Sesekali bahkan wisatawan asing dapat dijumpai sedang mengunjungi tempat rekreasi tersebut.

Popularitas dari Owabong agaknya cukup wajar, mengingat publisitas pemerintah daerah yang begitu masif. Selain itu water park yang satu ini juga cukup sering dikaitkan dengan The Jungle, yang merupakan salah satu water park terbaik dan terbesar di Indonesia. Maka pantaslah jika sedikit banyak, popularitas Owabong ikut terkatrol.

Selain karena publisitas terhadap tempat tersebut yang begitu masif, harga tiket masuknya juga amat sangat terjangkau. Untuk orang dewasa, harga tiket masuknya hanya sebesar 25 ribu rupiah saja di hari kerja. Sedangkan pada akhir pekan naik menjadi 35 ribu rupiah yang tentu masih tetap tergolong sangat terjangkau. Untuk anak kecil di bawah 3 tahun, pihak pengelola tidak memasang tarif alias gratis tetapi untuk anak 3 tahun ke atas maka harga tiketnya sama dengan tiket untuk dewasa.

Harga tiket yang begitu terjangkau jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi arena hiburan yang satu ini. Apalagi mengingat tingkat kemahalan di Purbalingga yang memang sangat murah, maka sangat tidak mengherankan jika orang-orang dari luar wilayah Jawa Tengah sekalipun lebih suka berekreasi di  sana.

Ragam Jenis Kolam Yang Menyenangkan

Owabong

Berbicara mengenai apa saja yang ada di Owabong hingga dianggap mirip The Jungle, maka pengunjung akan terperangah mengetahui hampir semua jenis kolam yang ada di The Jungle ada pula di Owabong. Misalnya saja seperti kolam arus yang di Owabong terbentang cukup panjang. Pengunjung sangat suka bersantai di atas ban karet yang dapat di sewa sambil merelakan diri mengikuti arus air yang menenangkan. Beberapa bahkan sekedar telentang mengapung di air tanpa bantuan pelampung maupun ban karet seperti kebanyakan yang lain.

Ada pula kolam ombak yang di Owabong dinamai dengan sebutan kolam ombak Sagara. Ombak tinggi yang datang bersama dengan musik-musik yang mengasyikkan sungguh memanjakan para pengunjung. Kedalaman kolam ombak ini terbilang cukup dalam pada bagian tengah hingga ujung ter-jauhnya, sehingga bagi pengunjung yang membawa anak kecil harap perhatikan dengan sangat. Karena meskipun life guard selalu berjaga tetapi lebih baik mencegah daripada sesuatu yang tidak diinginkan telanjur terjadi.

Tentu saja perosotan untuk meluncur dari atas ke kolam juga tersedia, bahkan ketinggiannya tidak main-main yakni sekitar 40 kaki. Jelas hal ini merupakan salah satu tantangan yang begitu memicu adrenalin siapa saja yang mencobanya. Terdapat tiga jenis peluncur dengan ketinggian dan bentuk yang berbeda, jadi pengunjung dapat menyesuaikan dengan peluncur mana yang lebih siap dicoba.

Tentu masih banyak jenis kolam lainnya seperti kolam renang standar internasional untuk latihan seperti atlet renang profesional, kolam bermain anak-anak, kolam buih, dan yang paling menarik yaitu kolam snorkeling. Kolam yang terakhir disebutkan sepertinya menjadi primadona baru dimana pengunjung bebas berenang bersama ikan-ikan kecil hingga ikan-ikan yang berukuran besar.

Waktu Operasional Owabong

Owabong

Bagi pembaca yang hendak merencanakan untuk mengunjungi arena hiburan keluarga yang satu ini maka tentu harus memperhatikan kapan waktu beroperasinya. Pasalnya meski memang buka setiap hari, tetapi tentu ada jam buka dan jam tutupnya. Jam bukanya sendiri setiap hari baik itu hari kerja maupun akhir pekan sama-sama mulai jam 8 pagi. Tetapi untuk jam tutupnya berbeda, dimana pada hari kerja tutup jam 4 sore sedangkan pada akhir pekan tutup jam 5 sore.